Ulama kharismatik (1867-1936) penyebar dakwah Islam pertama di Selanegara. Sosok yang tegas namun penuh kasih sayang.
Putra KH. Abdul Muin yang melanjutkan estafet kepemimpinan dan mengembangkan pendidikan pesantren.
Cucu pendiri yang kini mengasuh pesantren, menjaga tradisi salaf sembari beradaptasi dengan zaman.
Sejarah panjang Pondok Pesantren Babul Muttaqin dimulai dari kedatangan KH. Abdul Muin di Desa Selanegara sekitar tahun 1904. Beliau merupakan santri alumni Pondok Pesantren Langitan, Tuban, yang berasal dari Petanahan, Kebumen.
Setelah menikah dengan Nyai Amanillah, beliau mendapat amanah untuk berdakwah ke wilayah barat. Di Selanegara, beliau memugar surau kecil menjadi Masjid yang kini dikenal sebagai pusat kegiatan Pesantren Babul Muttaqin. Hingga kini, pesantren terus berkembang di bawah asuhan dzuriyah beliau.
Klik tombol play untuk menonton di YouTube